World App Apakah Aman? Sempat Viral, Begini Nasibnya Sekarang

Kamu mungkin sempat mendengar tentang World App yang sempat viral di Indonesia. Aplikasi yang mengklaim bisa memberikan imbalan berupa cryptocurrency hanya dengan mendaftar dan memindai iris mata (iris scan) ini menarik perhatian banyak orang. Namun, dengan cara pendaftarannya yang unik dan kontroversial, banyak yang mulai bertanya-tanya, World App apakah aman?

Di tengah popularitasnya, muncul berbagai pertanyaan seputar keamanan dan privasi, apalagi setelah pemerintah Indonesia, melalui Kominfo, mengambil tindakan tegas terhadap aplikasi ini. Jadi, apakah World App benar-benar aman digunakan di Indonesia, atau justru berisiko bagi privasi data pribadi? Mari kita telusuri lebih lanjut.

Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih dalam mengenai apa itu World App, apa saja yang membuatnya jadi sorotan, serta mengapa aplikasi ini menghadapi masalah serius di Indonesia. Tidak hanya itu, kita akan membongkar apakah benar aplikasi ini aman digunakan, atau justru bisa membahayakan data pribadi kamu.

Apa Itu World App dan Worldcoin?

apa itu world app dan worldcoin

World App merupakan bagian dari proyek besar yang bernama Worldcoin, yang diprakarsai oleh Sam Altman, CEO OpenAI (pencipta ChatGPT). Tujuan utama dari proyek ini adalah untuk menciptakan paspor digital global atau World ID, yang memungkinkan pengguna untuk membuktikan bahwa mereka adalah manusia asli, bukan bot.

Namun, untuk mendapatkan World ID, kamu harus melalui proses pemindaian iris mata menggunakan alat yang disebut Orb. Setelah itu, kamu akan mendapatkan Worldcoin (WLD), sebuah token cryptocurrency, sebagai imbalan. Proses ini sempat menarik perhatian banyak orang di Indonesia karena menawarkan cryptocurrency gratis dengan cara yang tergolong mudah dan cepat.

1. World ID

World ID berfungsi sebagai identitas digital yang menjamin bahwa kamu adalah manusia asli, yang disebut dengan istilah Proof of Personhood. World ID digunakan untuk menghindari adanya akun ganda dan mencegah penyalahgunaan sistem dalam pembagian bantuan atau resource lainnya.

2. Worldcoin (WLD)

Setelah kamu berhasil mendapatkan World ID, kamu akan mendapatkan imbalan dalam bentuk token Worldcoin (WLD). Token ini diberikan secara gratis sebagai insentif untuk mereka yang berhasil memverifikasi identitas mereka melalui iris scan.

3. World App

World App adalah aplikasi yang berfungsi sebagai dompet digital untuk menyimpan World ID dan Worldcoin (WLD). Aplikasi ini memungkinkan pengguna untuk mengelola token mereka, serta melakukan transaksi cryptocurrency. World App ini menjadi platform utama yang menghubungkan pengguna dengan ekosistem Worldcoin.

Namun, meskipun proyek ini terdengar futuristik dan menarik, proses pengumpulan data biometrik, terutama iris mata, memunculkan banyak pertanyaan tentang keamanan dan privasi.

Heboh di Indonesia, Kenapa World App Jadi Sorotan?

Beberapa waktu yang lalu, kamu mungkin pernah melihat booth-booth dengan alat Orb yang futuristik di pusat perbelanjaan atau mal di Indonesia. Orang-orang yang ingin mendapatkan Worldcoin (WLD) diberikan kesempatan untuk memindai iris mata mereka secara gratis. Tentu saja, iming-iming mendapatkan cryptocurrency gratis ini menarik banyak perhatian.

Namun, keramaian ini segera diikuti dengan kekhawatiran yang mendalam. Banyak yang mulai bertanya-tanya tentang keamanan data iris dan legalitas kegiatan pengumpulan data biometrik ini. Berikut adalah beberapa pertanyaan yang muncul:

1. Data Iris untuk Apa?

Iris mata adalah data biometrik yang sangat sensitif, yang tidak bisa diganti seumur hidup. Mengapa World App membutuhkan data biometrik yang begitu penting? Ini adalah salah satu kekhawatiran utama yang muncul, mengingat data iris sangat mudah digunakan untuk pelacakan dan bisa berisiko tinggi jika jatuh ke tangan yang salah.

2. Keamanan Penyimpanan Data

Bagaimana data iris yang dikumpulkan melalui World App disimpan? Siapa yang memiliki akses ke data ini? Bahkan meskipun World App mengklaim bahwa data iris ini diubah menjadi kode unik (IrisCode) dan gambar asli bisa dihapus, masih banyak ketidakjelasan tentang bagaimana data ini disimpan dan siapa yang dapat mengaksesnya.

3. Legalitas Pengumpulan Data

Apakah pengumpulan data iris ini sudah mendapatkan izin dari pemerintah Indonesia? Karena World App mengumpulkan data sensitif dari warga negara Indonesia, hal ini harus mematuhi regulasi yang berlaku, seperti Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP).

Jika kamu sudah mempertimbangkan berbagai aspek keamanan dan ingin tahu bagaimana aplikasi World App ini bisa menghasilkan uang ratusan ribu, pastikan untuk membaca lebih lanjut artikel World App: Cara Dapat Uang Ratusan Ribu dari World App, Apakah Masih Bisa Cair?.

Risiko Keamanan World App

risiko keamanan world app

Meskipun World App mengklaim bahwa data yang dikumpulkan aman, beberapa kekhawatiran serius tentang keamanan data biometrik tetap muncul. Berikut adalah beberapa poin yang perlu dipertimbangkan:

1. Keamanan Data Iris

Iris mata bersifat permanen, yang artinya data biometrik ini tidak bisa diubah jika bocor atau disalahgunakan. Seandainya data ini jatuh ke tangan yang salah, bisa digunakan untuk pelacakan, pencurian identitas, atau bahkan rekayasa identitas. Keamanan data ini harus dipastikan dengan baik, tetapi sejauh ini, World App belum memberikan transparansi yang memadai tentang bagaimana data ini dilindungi.

2. Potensi Penyalahgunaan Data

Jika database iris ini bocor atau jatuh ke tangan yang salah, banyak potensi penyalahgunaan yang bisa terjadi. Hal ini memperburuk kekhawatiran pengguna, terutama dengan tidak adanya jaminan yang jelas terkait perlindungan data ini.

Tindakan Tegas Kominfo: World App Diblokir di Indonesia!

Sebagai respons terhadap kekhawatiran publik, Kominfo (Kementerian Komunikasi dan Informatika) Indonesia mengambil langkah tegas. Berdasarkan pengumuman resmi, World App telah diblokir di Indonesia karena beberapa masalah, termasuk:

1. Belum Terdaftar sebagai PSE

Kominfo mengungkapkan bahwa Worldcoin dan aplikasi terkait World App tidak terdaftar sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) di Indonesia, yang merupakan persyaratan hukum untuk mengumpulkan data pribadi warga negara Indonesia.

2. Pelanggaran Privasi Data

Pengumpulan data biometrik iris dalam jumlah besar dianggap melanggar prinsip perlindungan data pribadi yang diatur dalam UU PDP. Kominfo khawatir jika data ini tidak dikelola dengan baik, maka akan menimbulkan masalah serius terkait privasi dan keamanan data pribadi.

3. Pemblokiran Akses

Kominfo memblokir akses ke situs web Worldcoin dan meminta agar seluruh aktivitas pemindaian iris dihentikan hingga Worldcoin memenuhi regulasi yang berlaku di Indonesia.

World App Apakah Aman Digunakan di Indonesia?

world app apakah aman di indonesia

Dari hasil investigasi dan fakta-fakta yang ada, dapat disimpulkan bahwa World App tidak aman digunakan di Indonesia pada saat ini, dengan alasan-alasan berikut:

  1. Risiko pengumpulan data biometrik iris yang sangat sensitif.
  2. Kurangnya transparansi mengenai bagaimana data disimpan dan dikelola.
  3. Status hukum Worldcoin yang belum memenuhi syarat sebagai PSE di Indonesia.
  4. Tindakan pemblokiran oleh Kominfo, yang menunjukkan bahwa aplikasi ini tidak memenuhi regulasi yang ada.

Sebagai kesimpulan, World App dan Worldcoin tidak dapat dianggap aman untuk digunakan di Indonesia sampai ada klarifikasi lebih lanjut mengenai kepatuhan mereka terhadap hukum Indonesia dan keamanan data yang lebih transparan.

Akhir Kata

kesimpulan world app apakah aman

Berdasarkan fakta yang telah dipaparkan, World App saat ini tidak aman untuk digunakan di Indonesia, terutama dengan masalah keamanan data dan status hukumnya yang belum terdaftar sebagai PSE di Indonesia. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk menghindari penggunaan aplikasi ini sampai ada jaminan keamanan data yang lebih kuat dan kepatuhan hukum yang jelas.

Jika kamu penasaran dengan imbalan yang dijanjikan oleh World App, dan bagaimana aplikasi ini memberikan duit melalui scan iris mata, pastikan kamu membaca artikel tentang World App Dapat Duit.

kredi avatar

Ditulis oleh

Krediblog

Menulis dari sudut pandang pengguna dan melakukan komparasi produk keuangan khususnya financial technology seperti pinjaman, kredit dan investasi. Pembaca setia Kontan, Tech in Asia hingga DailySocial. Mengelola blog ini sejak 2019.

Youtube

Instagram