Cara Watermark KTP untuk Hindari Penyalahgunaan Data

Melakukan Watermark KTP memang tidak serta merta membuatmu kebal dari penyalahgunaan data, namun dengan melakukannya kamu sudah menghilangkan 50% resikonya. Pada hampir semua jenis penipuan, pinjol ilegal terutama, selalu melibatkan KTP sebagai medianya. Jika kamu tidak menandai KTP mu, jangan kaget jika scan KTP yang pernah kamu kirim menyebar ke berbagai arah dan tempat yang kamu tidak ada urusannya sama sekali.

Pentingnya Watermark KTP

pentingnya watermark ktp

Karena KTP memuat data diri pemilik, maka pada hampir semua urusan yang membutuhkan kelengkapan diri akan membutuhkan KTP. Kartu Tanda Penduduk yang sekarang bernama eKTP menjadi perwakilan tertulis dari jati diri kita. Bahkan tak jarang orang lebih percaya apa yang tertulis pada KTP daripada kebenaran informasi yang kita sampaikan.

Hidup di negeri dimana kebenaran adalah apa yang tertulis, kamu harus menjaga baik-baik KTP mu. Salah satu cara yang bisa kamu lakukan adalah dengan memberikan Watermark pada KTP saat kamu ingin mengirimkannya ke orang lain. Watermark atau tanda air adalah memberi tanda pada KTP mu dengan kode, tulisan atau gambar tertentu agar jika terjadi penyebaran KTP bisa diketahui siapa yang melakukannya.

Sebagai contoh jika kamu harus mengirimkan foto atau scan KTP untuk kebutuhan verifikasi eWallet DANA pada 19 November 2021, tandai foto KTP dengan tulisan misalnya, “DANA 191121”. Jika dikemudian hari terjadi penyalahgunaan KTP yang melibatkan foto KTP tersebut, kuat dugaanya bahwa pihak eWallet lah yang pertama kali melakukan penyebaran data.

Berikut manfaat dari Watermark KTP :

Mengunci KTP

Membatasi manfaat KTP hanya untuk tujuan awalnya. Jika kamu memberi Watermark dengan kode eWallet, maka KTP tersebut hanya untuk kebutuhan itu saja. Jika ada pihak lain yang mendapatkan KTP tersebut untuk tujuan lain, maka ia mendapatkannya tidak melalui persetujuanmu atau dengan cara ilegal.

Menunjukkan pelaku

Pelaku penyalahgunaan KTP bisa langsung dikenali dengan melihat Watermark yang kamu buat. Jika misalnya ada pinjol yang memegang KTP mu dengan Watermark eWallet diatasnya, maka kamu bisa melaporkan pihak eWallet untuk tuduhan penyebaran data tanpa izin.

Bukti kuat

Salah satu bentuk penyalahgunaan data pada KTP adalah kamu dituduh mendaftar, memesan, atau membeli suatu produk atau layanan. Jika bukti yang mereka tunjukkan adalah KTP ber-watermark, justru KTP itulah yang akan bisa menyelamatkanmu. Karena Watermark diatasnya memberikan informasi sebenarnya perihat KTP tersebut.

Cara Watermark KTP

cara membuat watermark ktp

Kamu bisa melakukan Watermark dengan menuliskan kode, tulisan atau gambar tertentu yang memiliki arti dan bersifat identifikasi. Misal jika KTP tersebut untuk kebutuhan verifikasi BPJS kamu bisa menuliskan kode “BPJS 2021”, atau sesuatu yang lebih deskriptif semisal, “Verifikasi BPJS 191221”, atau bisa juga dengan menambahkan logo BPJS diatas KTP sebagai penunjuk bahwa KTP tersebut akan diserahkan ke BPJS.

Untuk membuat Watermark kamu bisa menggunakan komputer atau bisa juga dengan aplikasi Smartphone. Pilih mana yang paling mudah buatmu. Berikut detailnya.

Watermark KTP dengan Photoshop

Software pengolah gambar ini bisa melakukan hampir apa saja, termasuk membuat Watermark. Kelebihan membuat Watermark dengan Photoshop adalah kamu bisa lebih leluasa dalam membuat desainnya. Namun karena harus menggunakan komputer menjadi tidak praktis.

Watermark dengan Aplikasi Smartphone

Cara ini lebih praktis karena tersedia banyak sekali aplikasi pengolah gambar di Google Play Store dan App Store yang memiliki fungsi Watermark. Kamu bisa mulai mencari dengan menggunakan kata kunci pencarian “watermark photo”.

Watermark KTP Online

Hampir semua software atau aplikasi memiliki versi online-nya, yaitu kita bisa langsung menggunakannya tanpa harus menginstal. Upload, proses dan download saat sudah selesai. Meski software jenis ini sangat praktis, tetapi sangat tidak direkomendasikan untuk keperluan Watermark KTP. Karena saat kamu mengupload file KTP, kamu memberikan kepada pemilik website tersebut KTP mu yang asli (belum di Watermark). Itu proses mengamankan dengan cara yang tidak aman.

Cara Melakukan Watermark

Untuk detail step by step nya bisa berbeda tergantung software atau aplikasi yang digunakan. Namun untuk panduan umumnya bisa sama. Berikut tutorialnya.

Tutorial cara Watermark KTP :

  1. Buka aplikasi

    Buka aplikasi watermark yang sudah kamu instal.

  2. Pilih KTP

    Buka file atau pilih KTP yang ingin kamu beri Watermark.

  3. Tambah Watermark

    Tambahkan Watermark baik berupa kode, tulisan maupun logo.

  4. Posisikan ideal

    Usahakan posisi Watermark tidak menutupi informasi pada KTP.

  5. Overlay 50%

    Atur Overlay atau tingkat kenampakan Watermark dibawah 50%. Agar Watermark menyatu sehingga lebih susah untuk dihapus.

  6. Eksport dan simpan.

    Jika sudah sesuai lakukan eksport dan simpan. KTP sudah siap digunakan.

Aplikasi Watermark KTP Terbaik

Untuk mempermudah pencarian, Krediblog rekomendasikan beberapa aplikasi Watermark tebaik. Aplikasi berikut hanya untuk versi Android, kamu bisa mencarinya sendiri untuk versi iOS-nya.

Aplikasi Watermark KTP terbaik untuk pengguna Android :

Tambahkan Tanda Air di Foto

tambahkan tanda air foto aplikasi watermark ktp
PengembangSimply Entertaining
Rating4,9
Ukuran file60 MB
KelebihanKhusus untuk Watermark
LinkDownload

Tanda Air Foto

tanda air foto aplikasi watermark ktp
PengembangMVTrail Tech
Rating4,7
Ukuran file17 MB
KelebihanSimpel
LinkDownload

Add your own logo, watermark, and text to photos

aplikasi add your own logo
PengembangThe Laughing Dutchmen
Rating4,6
Ukuran file13 MB
KelebihanFleksibel
LinkDownload

Catatan

Proses Watermark KTP diatas hanya bisa dilakukan untuk pengiriman KTP secara manual melalui WhatsApp atau email. Watermark tidak bisa dilakukan untuk proses pengiriman KTP yang mengharuskan foto langsung seperti pendaftaran pada aplikasi Kredit Pintar, Tunaiku dan Indodana misalnya. Karena pada prosesnya foto KTP akan langsung terkirim.

Ini akan sulit karena kamu tidak memiliki pengaman untuk KTP yang kamu kirimkan tersebut. Cara mensiasatinya adalah dengan memastikan bahwa tujuan pengirimanmu adalah lembaga atau instansi yang bisa dipercaya. Jangan sembarangan mendaftar pada aplikasi, website atau layanan yang tidak jelas latar belakang perusahaanya. KTP adalah barang digital, sekali saja kamu memberikan pada orang yang salah, akan panjang dan berkelanjutan efeknya.

Memasuki era Fintech, akan semakin banyak kebutuhan mengirim KTP. Itu artinya resiko penyalahgunaan data akan meningkat. Mulailah melindungi datamu dengan selalu berhati-hati ketika akan memberikan atau membagikannya. Benar usaha pengamanan yang kita lakukan belum tentu 100% aman, karena oknum penipu akan selalu menemukan cara baru untuk memanipulasi. Tetapi usaha seminimal apapun yang kita lakukan jauh lebih baik daripada sama sekali tidak melakukannya.